SME Insight

Aplikasi Blast WhatsApp agar Pesan Tidak Diabaikan Pelanggan

4 menit baca

Menjalankan campaign WhatsApp secara rutin dapat membantu bisnis menjaga komunikasi dengan pelanggan. Namun, semakin sering pesan dikirim, semakin penting bagi perusahaan untuk memperhatikan bagaimana komunikasi tersebut diterima.

Promo yang muncul berulang kali dengan format yang hampir sama dapat membuat pesan terasa monoton. Pelanggan mungkin sudah mengetahui isi komunikasinya sebelum membuka pesan, sementara campaign berikutnya terus datang dengan pola yang serupa.

Pada kondisi seperti ini, persoalannya bukan lagi sekadar bagaimana mengirim pesan kepada lebih banyak pelanggan, tetapi bagaimana menjaga agar komunikasi tetap relevan dan tidak terasa berulang.

Di sinilah aplikasi blast WhatsApp dapat digunakan bukan hanya untuk mengirim campaign, tetapi juga membantu perusahaan mengelola komunikasi pelanggan secara lebih terstruktur.

Terlalu Sering Mengirim Pesan Bisa Membuat Komunikasi Terasa Repetitif

WhatsApp merupakan kanal komunikasi yang bersifat langsung. Ketika pelanggan menerima pesan dari bisnis, mereka tidak hanya melihat isi promonya, tetapi juga mempertimbangkan apakah informasi tersebut memang relevan bagi mereka.

Bayangkan pelanggan menerima beberapa campaign dalam periode yang berdekatan, sementara isi pesannya hampir selalu berupa penawaran yang sama.

Lama-kelamaan, komunikasi tersebut dapat terasa seperti pengulangan.

Karena itu, perusahaan perlu melihat campaign WhatsApp bukan hanya dari jumlah pesan yang terkirim, tetapi juga dari konteks, frekuensi, dan relevansi komunikasi.

Tidak Semua Pelanggan Perlu Menerima Campaign yang Sama

Salah satu penyebab komunikasi terasa monoton adalah penggunaan pesan yang sama untuk seluruh database.

Padahal, pelanggan memiliki riwayat interaksi yang berbeda. Ada yang baru melakukan transaksi, ada yang sudah lama tidak berinteraksi, dan ada pula yang hanya pernah menunjukkan ketertarikan pada kategori tertentu.

Ketika semua pelanggan menerima campaign yang sama, perusahaan kehilangan kesempatan untuk menyesuaikan komunikasi dengan kondisi masing-masing kelompok.

Segmentasi dapat membantu mengurangi persoalan tersebut dengan membagi audience berdasarkan data yang tersedia sebelum campaign dijalankan.

 

Aplikasi Blast WhatsApp Tidak Harus Berarti Mengirim Lebih Banyak Pesan

Ketika respons campaign menurun, solusi yang terlihat sederhana mungkin adalah meningkatkan volume pengiriman.

Namun, menambah jumlah pesan tidak otomatis membuat komunikasi menjadi lebih relevan.

Yang lebih penting adalah bagaimana database digunakan untuk menentukan siapa yang menerima pesan, pesan apa yang diberikan, dan kapan komunikasi dilakukan.

Dengan aplikasi blast WhatsApp, campaign dapat dikelola sebagai bagian dari proses komunikasi yang lebih terstruktur, bukan sekadar aktivitas mengirim pesan ke seluruh database.

Variasikan Tujuan Komunikasi, Bukan Hanya Promonya

Komunikasi pelanggan juga tidak harus selalu berisi penawaran.

WhatsApp dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan bisnis seperti informasi produk, reminder, notifikasi, event, maupun follow-up. SMARTme sendiri mencantumkan berbagai penggunaan WhatsApp Blast untuk kebutuhan seperti promo, peluncuran produk, reminder pembayaran, reminder appointment, event, follow-up leads, dan aktivasi pelanggan lama. 

Dengan variasi tujuan tersebut, perusahaan dapat membangun komunikasi yang lebih beragam dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Artinya, hubungan dengan pelanggan tidak harus selalu dimulai dari kalimat “ada promo baru”.

Campaign Automation Membantu Mengatur Pola Komunikasi

Ketika campaign WhatsApp semakin rutin, automation dapat membantu perusahaan menjalankan komunikasi secara lebih praktis dan terstruktur.

Penggunaannya dapat menjadi bagian dari pengelolaan campaign, terutama ketika jumlah komunikasi yang dijalankan semakin banyak.

Pembahasan mengenai automation secara lebih luas, termasuk penerapannya bersama chatbot, inbox, dan berbagai channel komunikasi, menjadi bagian dari solusi omnichannel.

Data Campaign Bisa Menjadi Dasar untuk Komunikasi Berikutnya

Mengirim campaign bukan akhir dari proses.

Perusahaan juga perlu melihat bagaimana pelanggan merespons komunikasi tersebut. Data campaign dapat membantu tim memahami apakah suatu kelompok audience merespons, mengabaikan, atau justru membutuhkan pendekatan komunikasi yang berbeda.

Dengan pendekatan seperti ini, campaign berikutnya tidak harus dibuat dengan pola yang sama.

Hasil dari komunikasi sebelumnya dapat menjadi bahan untuk menyusun segmentasi, pesan, maupun alur campaign selanjutnya.

Menjaga Relevansi Lebih Penting daripada Sekadar Menambah Frekuensi

Campaign WhatsApp yang rutin memang dapat membantu perusahaan menjaga komunikasi dengan pelanggan. Namun, frekuensi yang tinggi tanpa pengelolaan yang baik dapat membuat pesan terasa berulang.

Karena itu, perusahaan perlu memperhatikan siapa yang menerima pesan, jenis komunikasi yang diberikan, serta bagaimana campaign berikutnya disusun berdasarkan interaksi sebelumnya. 

Dengan aplikasi blast WhatsApp yang mendukung segmentasi, automation, dan pengelolaan campaign, WhatsApp dapat digunakan untuk membangun komunikasi bisnis yang lebih terstruktur tanpa hanya bergantung pada pengiriman pesan secara massal.

 

Smartme – Powering Smart Communication & Business System

Siap Berkembang?

Transformasikan Bisnis Anda Mulai Hari Ini

Bergabung dengan 1000+ bisnis yang memodernisasi telekomunikasi bersama SME. Mulai dengan konsultasi gratis.

Hi!