SME Insight

SIP Trunk vs VoIP: Apa Perbedaannya dan Mana yang Dibutuhkan Bisnis?

9 menit baca

Sebuah perusahaan mungkin sudah menggunakan telepon berbasis internet untuk komunikasi antar karyawan. Tim sales dapat menghubungi bagian administrasi melalui softphone, sementara karyawan di kantor cabang dapat berkomunikasi dengan kantor pusat tanpa menggunakan saluran telepon konvensional.

Namun, bagaimana jika perusahaan ingin menerima panggilan pelanggan melalui nomor telepon kantor? Apakah sistem yang sama dapat langsung menangani panggilan dari nomor seluler maupun telepon rumah?

Pertanyaan inilah yang sering membawa perusahaan pada dua istilah, yaitu VoIP dan SIP Trunk.

Keduanya memiliki hubungan erat, tetapi menjalankan tugas yang berbeda. Memahami perbedaan SIP Trunk vs VoIP akan membantu perusahaan menentukan apakah sistem komunikasinya cukup menggunakan teknologi VoIP atau membutuhkan koneksi tambahan ke jaringan operator telepon.

 

Mengenal Peran VoIP dan SIP Trunk dalam Sistem Telepon

Untuk memahami perbedaan keduanya, kita perlu melihat bagaimana perusahaan menggunakan telepon dalam aktivitas sehari-hari.

Bayangkan sebuah perusahaan memiliki kantor pusat di Jakarta dan cabang di Surabaya. Kedua kantor menggunakan IP Phone untuk komunikasi internal. Ketika karyawan Jakarta menelepon rekan kerjanya di Surabaya, sistem mengirimkan suara melalui jaringan IP.

Teknologi yang memungkinkan proses tersebut bernama Voice over Internet Protocol (VoIP).

VoIP mengubah suara menjadi data digital dan mengirimkannya melalui jaringan berbasis Internet Protocol. Dengan teknologi ini, perangkat komunikasi tidak harus bergantung pada sambungan telepon analog.

Namun, VoIP sendiri tidak otomatis menyediakan akses ke seluruh nomor telepon publik.

Perusahaan tetap membutuhkan layanan konektivitas yang menghubungkan sistem telepon internal dengan jaringan operator jika ingin menggunakan nomor bisnis untuk melakukan dan menerima panggilan eksternal.

Di sinilah SIP Trunk menjalankan perannya.

SIP Trunk menghubungkan sistem telepon perusahaan, seperti IP PBX, dengan jaringan telepon publik atau Public Switched Telephone Network (PSTN) melalui jaringan IP.

Artinya, perusahaan dapat menggunakan sistem telepon berbasis VoIP sekaligus menjangkau pelanggan yang memakai nomor telepon biasa.

Jika ingin mengenal konsep dan mekanismenya lebih jauh, Anda dapat membaca penjelasan lengkap mengenai Apa Itu SIP Trunk dan Kenapa Perusahaan Modern Membutuhkannya.

 

SIP Trunk vs VoIP: Di Mana Letak Perbedaannya?

Perusahaan sering membandingkan VoIP dan SIP Trunk seolah-olah keduanya merupakan dua produk dengan fungsi yang sama. Padahal, VoIP mencakup teknologi komunikasi suara, sedangkan SIP Trunk berfokus pada konektivitas antara sistem telepon dan jaringan operator.

Berikut perbandingannya.

AspekVoIPSIP Trunk
PeranMenjalankan komunikasi suara melalui jaringan IPMenghubungkan PBX perusahaan dengan jaringan telepon publik
Kebutuhan utamaKomunikasi suara berbasis IPKonektivitas panggilan ke nomor publik
Contoh penggunaanPanggilan melalui softphone atau IP PhonePanggilan dari nomor kantor ke nomor pelanggan
Sistem pendukungAplikasi atau perangkat yang mendukung VoIPPBX yang kompatibel dan layanan dari provider
KetergantunganDapat berjalan dalam jaringan internal tanpa SIP TrunkMenggunakan teknologi komunikasi berbasis IP
KapasitasMengikuti kemampuan platform dan jaringanMengikuti kapasitas channel, sistem PBX, dan layanan provider

Dari tabel tersebut, terlihat bahwa perbedaannya bukan terletak pada pilihan antara teknologi lama dan teknologi baru.

Keduanya merupakan bagian dari ekosistem komunikasi berbasis IP. Hanya saja, masing-masing menangani kebutuhan yang berbeda.

Sebuah perusahaan bisa menjalankan VoIP tanpa berlangganan SIP Trunk secara terpisah. Namun, perusahaan yang menggunakan SIP Trunk umumnya memanfaatkan teknologi VoIP dalam sistem komunikasinya.

 

Bagaimana VoIP dan SIP Trunk Bekerja Bersama?

Mari gunakan contoh perusahaan yang memiliki tim customer service.

Setiap agen menggunakan komputer dengan aplikasi softphone. Perusahaan juga mengoperasikan IP PBX untuk mengatur antrian panggilan dan menentukan agen yang akan menerima telepon.

Suatu hari, pelanggan menghubungi nomor customer service perusahaan melalui ponselnya.

Panggilan tersebut lebih dahulu melewati jaringan operator pelanggan. Selanjutnya, operator mengarahkan panggilan menuju konektivitas SIP Trunk yang melayani nomor bisnis perusahaan.

SIP Trunk kemudian menghubungkan panggilan tersebut ke IP PBX. Setelah itu, sistem PBX memeriksa aturan distribusi panggilan dan mengarahkannya kepada agen yang tersedia.

Ketika agen menjawab melalui softphone, teknologi VoIP menangani pertukaran suara melalui jaringan IP.

Secara sederhana, alurnya seperti berikut:

Pelanggan → Operator Telepon → SIP Trunk → IP PBX → Softphone Agen

Ketika agen ingin menelepon pelanggan, sistem menjalankan alur sebaliknya.

Contoh ini memperlihatkan hubungan kedua teknologi dengan cukup jelas. VoIP memungkinkan perangkat agen berkomunikasi melalui jaringan IP. Sementara itu, SIP Trunk menyediakan koneksi antara sistem perusahaan dan jaringan operator.

Perusahaan juga perlu memahami bahwa SIP merupakan salah satu protokol yang dapat mengatur pembentukan, perubahan, dan penghentian sesi komunikasi. Meski banyak sistem VoIP memakai SIP, tidak semua teknologi VoIP bergantung pada protokol tersebut.

 

Apakah Semua Pengguna VoIP Membutuhkan SIP Trunk?

Jawabannya bergantung pada kebutuhan komunikasi perusahaan.

Misalnya, sebuah perusahaan rintisan memiliki 20 karyawan yang bekerja dari berbagai lokasi. Seluruh tim menggunakan aplikasi komunikasi berbasis internet untuk melakukan panggilan dan rapat internal.

Jika aplikasi tersebut sudah memenuhi kebutuhan komunikasi, perusahaan mungkin tidak memerlukan layanan SIP Trunk tersendiri.

Situasinya berubah ketika perusahaan mulai membentuk tim customer service dan ingin menyediakan nomor telepon yang dapat pelanggan hubungi melalui operator seluler.

Perusahaan harus memastikan bahwa sistem komunikasinya memiliki koneksi ke jaringan telepon publik.

Dalam kondisi tersebut, SIP Trunk dapat menjadi pilihan, terutama jika perusahaan menggunakan PBX sendiri atau membutuhkan pengaturan konektivitas yang lebih fleksibel.

 

Kapan SIP Trunk Menjadi Kebutuhan Bisnis?

Tidak semua perusahaan membutuhkan rancangan komunikasi yang kompleks. Akan tetapi, beberapa kondisi berikut membuat layanan SIP Trunk layak masuk dalam pertimbangan.

Ketika Perusahaan Menggunakan IP PBX dan Membutuhkan Panggilan Eksternal

Banyak perusahaan menggunakan IP PBX untuk mengelola ekstensi telepon, mengatur panggilan antar divisi, serta menghubungkan perangkat karyawan.

Sistem tersebut dapat menangani komunikasi internal melalui jaringan IP. Namun, perusahaan membutuhkan konektivitas tambahan agar pengguna dapat menghubungi nomor telepon publik.

SIP Trunk menawarkan salah satu cara untuk menghubungkan IP PBX dengan operator.

Dengan demikian, perusahaan dapat mempertahankan fungsi pengelolaan panggilan yang sudah ada sambil menambahkan konektivitas sesuai kebutuhan.

Sebelum memilih layanan, tim IT perlu memastikan bahwa PBX mendukung konfigurasi dan metode koneksi dari provider.

Ketika Jumlah Panggilan Terus Bertambah

Kebutuhan telepon perusahaan biasanya berubah seiring pertumbuhan bisnis.

Sebagai contoh, tim customer service mungkin hanya menangani sedikit panggilan pada tahap awal. Namun, setelah perusahaan memperluas pasar, semakin banyak pelanggan menghubungi layanan tersebut pada waktu yang bersamaan.

Dalam situasi ini, perusahaan perlu mengevaluasi kapasitas panggilan simultan.

SIP Trunk memungkinkan perusahaan menyesuaikan jumlah channel sesuai kemampuan layanan dan kebutuhan operasional.

Meski demikian, perusahaan tidak bisa menentukan jumlah channel hanya berdasarkan total karyawan.

Sebuah kantor dengan 80 karyawan belum tentu membutuhkan 80 channel. Tim IT perlu melihat berapa banyak panggilan yang berlangsung bersamaan, khususnya pada periode tersibuk.

Perhitungan ini membantu perusahaan memilih kapasitas yang memadai tanpa langsung mengalokasikan channel berdasarkan jumlah seluruh pengguna.

Ketika Perusahaan Ingin Mengelola Komunikasi Banyak Cabang

Perusahaan dengan beberapa kantor sering menghadapi kondisi infrastruktur yang berbeda pada setiap lokasi.

Satu cabang mungkin menggunakan PBX lokal, sementara cabang lainnya sudah memanfaatkan sistem telepon berbasis IP.

Jika perusahaan ingin menyatukan pengelolaan komunikasi, tim IT dapat mempertimbangkan arsitektur PBX terpusat dengan dukungan konektivitas SIP Trunk.

Melalui rancangan tersebut, perusahaan dapat mengatur jalur panggilan eksternal dari sistem yang lebih terintegrasi.

Namun, konektivitas antar lokasi tetap membutuhkan perencanaan. Perusahaan perlu memastikan kualitas jaringan serta menyiapkan mekanisme cadangan untuk mengurangi dampak gangguan koneksi.

Ketika Perusahaan Mengembangkan Contact Center

Contact center memiliki kebutuhan yang berbeda dari sistem telepon kantor biasa.

Selain menangani panggilan, perusahaan perlu mengatur antrian, mendistribusikan panggilan kepada agen, dan memantau performa layanan.

Aplikasi contact center serta PBX menangani kebutuhan operasional tersebut. Sementara itu, SIP Trunk menyediakan koneksi menuju jaringan telepon publik.

Sebagai contoh, perusahaan dapat menggunakan aplikasi contact center untuk menjalankan distribusi panggilan otomatis. Sistem kemudian memanfaatkan konektivitas SIP Trunk agar pelanggan dapat menghubungi nomor layanan perusahaan.

Perbedaan peran ini penting karena SIP Trunk bukan pengganti aplikasi contact center. Keduanya dapat menjadi komponen dalam satu infrastruktur komunikasi yang saling melengkapi.

 

Apa yang Harus Perusahaan Periksa Sebelum Memilih SIP Trunk?

Setelah mengetahui kapan SIP Trunk diperlukan, perusahaan perlu menilai kesiapan sistem yang sudah berjalan.

Langkah pertama adalah memeriksa kompatibilitas PBX. Tim IT perlu mengetahui apakah perangkat mendukung koneksi SIP, metode autentikasi dari provider, serta codec suara yang sesuai.

Berikutnya, perusahaan perlu memeriksa kondisi jaringan.

Panggilan VoIP membutuhkan pengiriman data secara konsisten. Jika jaringan mengalami jitter tinggi, packet loss, atau latency yang berlebihan, pengguna dapat mendengar suara terputus, mengalami jeda percakapan, atau menghadapi gangguan kualitas audio.

Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya menguji kualitas koneksi sebelum menggunakan layanan untuk operasional penuh.

Perusahaan juga perlu mencatat pola penggunaan telepon. Berapa banyak panggilan masuk pada jam sibuk? Berapa agen yang biasanya menelepon pelanggan secara bersamaan? Apakah volume panggilan meningkat pada periode tertentu?

Jawaban atas pertanyaan tersebut membantu tim menentukan kapasitas channel.

Selain kapasitas, perusahaan perlu meninjau aspek keamanan dan keberlangsungan layanan. Misalnya, tim IT dapat memeriksa dukungan Session Border Controller, pengaturan akses jaringan, mekanisme failover, dan prosedur penanganan gangguan.

Terakhir, pastikan provider memiliki dukungan teknis yang sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan. Faktor ini penting terutama bagi bisnis yang mengandalkan telepon untuk melayani pelanggan setiap hari.

 

Jadi, Mana yang Sebaiknya Perusahaan Pilih?

Jika perusahaan hanya membutuhkan komunikasi suara antar pengguna melalui aplikasi atau jaringan IP, teknologi VoIP dapat memenuhi kebutuhan tersebut tanpa layanan SIP Trunk terpisah.

Sebaliknya, perusahaan yang mengoperasikan PBX dan ingin terhubung dengan jaringan telepon publik dapat mempertimbangkan SIP Trunk sebagai bagian dari infrastrukturnya.

Dengan kata lain, memilih SIP Trunk atau VoIP bukanlah keputusan yang selalu mengharuskan perusahaan meninggalkan salah satunya.

Keduanya justru dapat bekerja dalam satu sistem. VoIP menangani komunikasi suara berbasis IP, sedangkan SIP Trunk menyediakan konektivitas antara sistem telepon perusahaan dan jaringan operator.

Karena itu, sebelum menambah layanan, perusahaan sebaiknya memetakan kebutuhan komunikasi yang ingin dicapai. Mulailah dari sistem yang sudah tersedia, jenis panggilan yang harus dilayani, jumlah pengguna aktif, dan rencana pengembangan bisnis.

Langkah tersebut akan membantu perusahaan menentukan kebutuhan teknologi secara lebih tepat.

 

Konektivitas SIP Trunk untuk Mendukung Komunikasi Bisnis

Ketika perusahaan sudah memiliki sistem VoIP atau IP PBX, langkah pengembangan berikutnya sering berkaitan dengan bagaimana sistem tersebut menjangkau pelanggan melalui jaringan telepon publik.

Kebutuhan ini tentu berbeda pada setiap bisnis. Contact center mungkin mengutamakan kapasitas panggilan yang besar, sedangkan perusahaan dengan banyak cabang lebih membutuhkan konektivitas yang mudah dikelola dan sesuai dengan sistem yang sudah tersedia.

SmartME menghadirkan layanan SIP Trunk untuk bisnis yang dapat terintegrasi dengan berbagai platform PBX, termasuk sistem berbasis cloud dan on-premise. Melalui kapasitas yang fleksibel, dukungan teknis 24/7, serta infrastruktur konektivitas enterprise, SmartME membantu perusahaan menyesuaikan kebutuhan komunikasi dengan perkembangan operasional.

Bagi perusahaan yang sedang mempertimbangkan integrasi SIP Trunk, diskusi awal bersama tim SmartME dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan kapasitas, kompatibilitas sistem, dan pilihan konektivitas sebelum menentukan langkah implementasi.

 

Siap Berkembang?

Transformasikan Bisnis Anda Mulai Hari Ini

Bergabung dengan 1000+ bisnis yang memodernisasi telekomunikasi bersama SME. Mulai dengan konsultasi gratis.

Hi!